Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Hari Ini

Kalah menang sudah biasa, hal ini yang biasanya diucapkan kepada seseorang pemenang yang kalah. Ya, seseorang pemenang, bukan pecundang yang kalah. Niatnya hanya ingin memberi kekuatan pada orang2 di sekitar kita yang mengalami kekalahan. Tapi bagiku, ucapan seperti itu hanya akan menambah kedukaan. Entah. Menurutku, jika aku kalah dan diberi nasihat seperti itu tidak akan ngefek, karena aku sudah sering mendengar hal seperti itu. Yang aku butuhkan adalah nasihat berkaitan dengan masalah yang kuhadapi dan bisa mengakar ke otak atau bahkan ke seluruh tubuh.


Sore ini, jam les belum berakhir. Entah. Tanganku tiba-tiba saja merogoh saku dan mengambil handphone. Ada satu pesan singkat untukku darimu. Pikiranku menduga yang tidak-tidak. Tapi sepertinya dugaanku benar. Dengan pertimbangan tentunya. Karena apabila kamu dan teman-temanmu menang, kemungkinannya sangat kecil jika kamu akan mengabariku langsung setelah futsal. Menurutku lebih besar kemungkinannya kamu akan langsung menghubungiku. Aku pun mengambil resiko untuk terus membalas pesan darimu meski masih jam les. Ternyata benar, tim futsalmu kalah dan kamu langsung menghubungiku. Aku ikut merasakan sakit. Membayangkan bahwa timmu yang kalah futsal itu adalah aku yang mendapat nilai tidak memuaskan. Dongkol? Tentu, aku merasa dongkol kalau kalah, tapi bagiku kekalahan dan luka bukan akhir dari segalanya. Dan juga ada sedikit celah kelegaan di hatiku. Kenapa? Karena kamu menghubungiku lebih dulu saat kamu terjatuh, itu artinya kamu sudah merasa nyaman denganku. Benar kan? Atau itu hanya khayalanku saja?

Les berakhir, aku melihat salah satu temanku yang ingin meminjam powerbank menungguku. Sayang sekali. Ya, benar-benar sayang. Aku lupa untuk membawanya. Kupikir kepercayaannya padaku menghilang sedikit. Bodohnya aku. Ya, inilah aku yang payah dalam berteman. Oleh sebab itu, aku merasa senang jika ada orang yang nyaman di sampingku.
Temanku itu membonceng salah satu anggota tim futsalmu. Lebih spesifiknya adalah ketua timmu. aku melihatnya, ya dia menangis tapi wajahnya ditutupi dengan jerseynya. Kami pernah dekat sewaktu kelas 8, jadi aku tahu betapa dia mencintai bola. Bukan hanya aku. Kamu dan mereka yang dekat dengannya juga mengetahuinya. Apa kamu tahu? Aku tidak suka melihatnya dilemahkan oleh kekalahan. Karena dia salah satu yang pernah menemani serta menghiasi hariku.

Lalu kamu. Kamu selalu bilang kekalahan ini karenamu. Aku tahu. Penyesalan yang besar mengahantuimu. Tapi, pernahkah kamu berpikir, meski kamu tak berhenti menyalahkan dirimu sendiri semuanya tidak akan berubah. Atau mungkin menurutmu itu bisa membayar kesalahanmu? Jika aku jadi kamu, sebelum mengikuti lomba itu aku akan menata hatiku agar siap menghadapi apaun yang terjadi dan berserah diri  kepada Allah. Tidak terlalu bahagia ketika menang sehingga tidak memunculkan kesombongan, dan juga tidak terlalu sedih ketika kalah agar tidak putus asa. Maksudku menghadapinya biasa-biasa saja, karena perasaan seperti ini adalah kebahagiaan sesungguhnya. Rasanya seperti tidak ada beban.

Ngomong-ngomong soal beban, sepertinya kamu dan teman-temanmu menanggung beban yang berat ya? Atau itu hanya pikiranku saja? Karena banyak guru yang menonton pertandingan timmu hari ini. di sisi lain, wali kelas kita tidak mendukung futsal ini. Tapi entah mengapa, teman-temanmu begitu yakin akan kemenangan sore ini. Haha, padahal baru menag sekali. Dan juara futsal di smp sendiri itu bukan jaminan tentang kehebatan timmu. walaupun logikanya begitu, aku percaya dengan timmu. semangat kalian sangat besar. Do’aku, semoga kalian masuk final. Amiin. Dan untuk kamu, jangan mudah putus asa. Dalam keadaan apapun jika kamu membutuhkanku, akan ku lakukan yang terbaik untuk membantumu.

sumber:http://cecinitafelia.blogspot.com
READ MORE - Hari Ini

Cara Menambah Pengikut Pada Blog

Pada pertemuan sebelumnya saya sempat membahas tentang Cara Membuat Artikel Terkait Di Bawah Postingan Blog,kini saatnya kita ke artikel baru yaitu mengenai Cara Menambahkan Widget Followers atau Pengikut Di Blog,Kolom pengikut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan traffict blog kita,dengan tersedianya kolom pengikut para pengunjung bisa bergabung jika merasa tertarik atas artikel artikel yang kita buat,pengikut blog akan mendapatkan update artikel terbaru yang kita buat,dengan demikian ada kemungkinan blog kita sedikit bisa terkenal,itu kan yang kalian inginkan....?
READ MORE - Cara Menambah Pengikut Pada Blog

SESUATU YANG BERHARGA

Pada saat hujan turun dengan derasnya,aku mencoba membayangkan sesuatu dengan melihat titik-titik air diluar jendela.Aku-pun pasti akan kualami,aku-pun mencoba browsing untuk mencari kata-kata indah.
"Kamu dapat membahagiakan seseorang dengan sesuatu yang istimewa tapi seseorang yang istimewa-lah yang dapat membahagiakanku tanpa apapun"kata-kata dalam laptop kecilku.
"ku berfikir benar juga,kuharap aku dapat merasakan itu juga!"ujarku


READ MORE - SESUATU YANG BERHARGA

TENTANG DIRINYA

Sejakku mengenal dirinya aku baru sadar kalau dia mungkin cewek yang baik tapi sejak coba mengenal dia ternyata dia agak memiliki kebedaan sifat dari cewek yang lainnya saat itu tapi menurutku.ku berfikir bahwa dia ini mungkin anak yang sedikit manja karena sifat dia yang selalu mengabaikan orang di sekelilingnya.apa dia yang ngabaikan?atau anak2 lainnya yang mengabaikan?akupun tak tahu.hari demi hari tlah berlalu ku selalu mencoba mendekatinya agar aku tahu semua tentang dia tapi kesalahanku terjadi,dia malah menyukaiku padahal aku orangnya terlalu aneh untuk di sukai.lalu aku-pun kgk pernah berhubungan lagi sama dia.


READ MORE - TENTANG DIRINYA

Tak Ada Yang Semprna (part2)

Siang ini, Chrisa hanya sendirian di dalam kamar dengan ditemani sebuah novel yang dibacanya, sedangkan Pak Ferdi sedang ada urusan dengan kantornya. Karena merasa jenuh, Chrisa memutuskan untuk pergi ke taman. Chrisa pun memencet bel supaya suster dapat mengantarnya ke taman. Setelah sampai taman, Chrisa menyuruh suster tersebut untuk meninggalkannya. Saat ini ia tengah melihat beberapa anak yang sedang bermain. Sesekali Chrisa tersenyum melihat tingkah mereka yang lucu.
“Hahaha… mereka terlihat sangat gembira, tak sepertiku dulu. Mereka beruntung karena memiliki kaki yang sempurna” Ucap Chrisa.
“Hallo, Kak” Sapa seorang gadis cilik.
“Hai, loh kok kamu ada di sini? Kenapa kamu gak bergabung dengan teman-temanmu yang lain?”
“Tadi aku lihat Kakak sendirian di sini, jadi aku pingin nemenin Kakak, gak boleh ya, Kak?” .
“Boleh kok, nama kamu siapa?”
“Nama aku Felly, kalau Kakak?”
“Nama Kakak Chrisa”
“Kakak kenapa sendirian di sini, orangtua Kakak mana?”
“Ibu Kakak udah meninggal, kalau ayah Kakak lagi kerja. Kamu sendiri?”
“Maaf, Kak. Orangtua aku udah meninggal 2 tahun yang lalu dan sekarang aku tinggal di Rumah Sakit ini bersama mereka” Ucap Felly sambil menunjuk sekelompok anak yang sedang bermain.
“Maaf ya, Kakak gak bermaksud buka luka lama” Ucap Chrisa merasa bersalah.
“Gak papa kok, Kak. Oh ya, Kakak sakit apa kok bisa sampai di rawat di sini?”
“Kakak jatuh dari tangga, hehehe” Jawab Chrisa berbohong,
“Makanya Kakak hati-hati dong”
“Kamu sendiri?”
“Aku kena kanker darah stadium akhir” Jawab Felly tersenyum.
“Kanker?” Kata Chrisa kaget.
“Iya”
“Tapi…” Ucap Chrisa terpotong.
“Aku gak kelihatan kaya orang sakit kan?” Ucap Felly menatap Chrisa.
“Iya, kamu terlihat sama seperti anak-anak yang lain, anak-anak yang sehat”
“Banyak yang bilang seperti itu. Tapi, baguslah aku tidak suka dikasihani apa lagi diperlakukan seperti anak yang sebentar lagi akan meninggal”
“Apa kamu pernah merasa putus asa?”
“Dulu, tapi sekarang aku sadar gak ada gunanya kita putus asa. Lagian aku capek, kalau terus nangis dan menyesali takdir ini. Hidup harus kita nikmati, selagi kita masih bisa menikmatinya” Jawab Felly menatap lurus ke depan.
“Kamu gak marah sama Tuhan?”
“Buat apa aku marah? Tuhan sudah menentukan jalan kita masing-masing dan kita sebagai umatnya, harus ikhlas menjalaninya”
“Nona Chrisa, saatnya minum obat” Pinta seorang suster.
“Iya, Sus”
“Maaf ya, Fell. Kakak harus minum obat dulu. Dadah Felly” Pamit Chrisa.
“Dadah Kak Chrisa” Balas Felly sambil melambai-lambaikan tangannya.
Sudah 3 hari berlalu, kini Chrisa sudah diperbolehkan untuk pulang. Sebelum ia pulang, ia menemui Felly di taman Rumah Sakit. Sejak perkenalannya dengan Felly tiga hari yang lalu, Chrisa dan Felly menjadi akrab. Bahkan, sudah seperti kakak-adik.
Hari ini, Chrisa berniat untuk berpamitan pada Felly. Dengan kursi rodanya, perlahan ia memasuki kamar Felly.
“Hai, Felly” Sapa Chrisa sambil mendorong kursi rodanya menuju pinggir tempat tidur Felly.
“Hai, Kak Chrisa” Balas Felly.
“Sini Kakak bantuin sisirin rambut kamu” Tawar Chrisa.
“Gak usah Kak, lagian udah selesai kok”
“Itu semua rambut kamu?” Tanya Chrisa sambil menunjuk kumpulan rambut yang ada di sela-sela sisir.
“Hehehe, iya Kak. Biasalah Kak, kalau orang habis kemoteraphy pasti kaya gini” Jawab Felly tersenyum.
“Eum.. Fel, hari ini Kakak mau pulang. Tapi Kakak janji kok, Kakak akan sering jenguk kamu di sini”
“Iya, Kak Chrisa. Kalau jenguk ke sini, jangan lupa bawain es krim rasa coklat ya, Kak. Hehehe”
“Sip”
“Ya udah, Kakak pamit dulu ya. Bye”
“Bye, Kak Chrisa”
Hari ini, Anisa sudah mulai sekolah. Anisa berjalan menyusuri setiap lorong sekolahnya dengan tongkat yang menopang tubuhnya. Saat Anisa sampai di taman ia dicegat oleh segerombolan cewek, siapa lagi kalau bukan Brenda cs.
“Masih berani loe sekolah di sini?” Ucap Zia, salah satu anggota dari Brenda cs.
“Ada alasan kenapa aku gak berani sekolah di sini?”
“Udah mulai ngelunjak ya loe” Balas Brenda sambil mengangkat dagu Chrisa.
“Lepasin” Pekik Chrisa sambil menangkis tangan Brenda dengan kasar.
“Wah wah wah.. hebat loe! Guys.. kayanya dia butuh pelajaran nih” Ucap Brenda kepada genknya.
“Iya, kalau enggak bisa nambah ngelujak dia” Balas Gea.
“Aku gak takut sama kalian!” Ucap Chrisa lantang.
“Okey. Come on, Guys!” Perintah Brenda.
Zia langsung mengambil kedua tongkat Chrisa, sedangkan Gea dan Brenda memegangi kedua tangan Chrisa.
“Mau apa kalian?” Tanya Chrisa yang berusaha melawan.
“Udah, gak usah banyak omong loe!” Jawab Brenda.
Brenda cs membawa Chrisa ke halaman belakang sekolah. Dengan kasar, Brenda mendorong tubuh Chrisa ke tanah. Brenda menginjak kaki Chrisa begitu kuat, sedangkan Gea menjambak rambut Chrisa hingga Chrisa meringis kesakitan.
“Ampun, Bren. Ampun” Rintih Chrisa.
“Gak ada ampun buat loe” Ucap Brenda yang semakin kuat menginjak kaki Chrisa.
“Awwww!!” Teriak Chrisa kesakitan.
“Bren, udah lah. Kasihan dia” Ucap Zia yang iba melihat Chrisa yang kesakitan.
“Iya, Bren. Lagian nanti kalau kita ketahuan bisa gawat” Tambah Gea.
“Bener juga loe” Ucap Brenda.
“Urusan kita belum selesai” Ucap Brenda pada Chrisa.
“Yuk guys kita cabut” Perintah Brenda. Dan tanpa sepengetahuan Brenda, Zia melemparkan kedua tongkat Chrisa di sebelah kanan tempat Chrisa terjatuh. Chrisa tersenyum pada Zia, namun tak dibalas oleh Zia.
“Hiks hiks hiks.. aku gak mungkin sekolah dengan keadaan yang seperti ini, pasti Rachel dan Bima akan curiga. Lebih baik aku pulang” Ucap Chrisa sambil berusaha untuk berdiri dengan di bantu kedua tongkatnya. Dengan perlahan, Chrisa meninggalkan halaman belakang sekolah. Setelah sampai di depan gerbang, Chrisa segera menyetop taksi.
Terlihat seorang gadis sedang mengobati kakinya yang sudah berubah warna menjadi biru di beberapa bagian. Sesekali dia mengigit ujung bibirnya.
“Awww” Rintihnya.
“Chrisa, ngapain kamu di situ?” Tanya seorang laki-laki paruh baya sambil mendekati seorang gadis yang ia panggil, Chrisa.
“Gak papa kok, Pah”
“Kaki kamu kenapa?! Siapa yang melakukan ini?” Tanya Pak Ferdi kaget.
“Tadi Chrisa jatuh di taman sekolah, Pah” Dusta Chrisa.
“Gak mungkin! Kalau kamu jatuh di taman sekolah, gak akan sampai lebam seperti ini”
“Chrisa gak bohong kok, Pah”
“Chrisa, Papah mohon, kasih tahu Papah, siapa yang ngelakuin ini semua sama kamu?”
“Gak ada, Pah”
“Jangan bohong!! Siapa yang ngelakuin ini Chrisa??!!! Bilang sama Papah”
“Gak ada, Pah. Anisa memang jatuh di taman belakang sekolah”
“Oke, Papah percaya sama kamu. Tapi, kalau Papah sampai tahu kamu kaya gini bukan karena jatuh, Papah akan buat perhitungan sama orang yang udah buat kamu kaya gini” Chrisa mengangguk.
“Ya sudah. Papah ke kamar duluan ya, kamu jangan tidur terlalu malam. Besok kamu sekolah”
“Iya, Pah”
Keesokan harinya, di kantin sekolah. Chrisa baru teringat, jika ia mempunyai janji pada Felly.
“Astaghfirulloh.. aku lupa” Gumam Chrisa sambil berdiri dengan kedua tongkatnya.
“Mau kemana, Chris?” Tanya Rachel.
“Aku mau ke rumah sakit” Jawab Chrisa beranjak pergi dari kantin.
“Mau ngapain?” Tanya Bima.
“Aku mau ketemu sama Felly”
“Aku ikut” Teriak Rachel dan berlari mengikuti Chrisa.
“Tunggu” Ucap Bima sambil berlari.
Chrisa, Rachel dan Bima telah sampai di rumah sakit. Dengan langkah yang tergesa-gesa, Chrisa masuk ke ruangan Felly. Namun, ia tak menemukan Felly di ruangannya.
“Sus, pasien yang bernama Felly, yang di rawat di ruangan ini dimana ya?” Tanya Chrisa pada seorang suster yang kebetulan lewat di depan ruang rawat Felly.
“Oh, pasien yang bernama Felly sudah meninggal 2 hari yang lalu”
Deg.. jantung Chrisa terasa berhenti, es krim coklat yang ia bawa untuk Felly pun tumpah. Air matanya mulai mengalir deras.
“Sus, di mana Felly dimakamkan?”
“Di Pemakaman dekat rumah sakit ini”
Tanpa ba bi bu, Chrisa langsung menuju makam yang di maksud suster tersebut.
“Felly, kenapa kamu pergi secepat ini? Maaf, Kakak baru bisa jenguk kamu sekarang. Dan lihat! Kakak udah nepatin janji Kakak, Kakak bawain kamu es krim rasa coklat. Tapi, kamu bangun ya, Fel. Hiks hiks hiks” Ucap Chrisa di depan sebuah nisan.
“Udah, Chris. Biarkan Felly tenang di sana” Kata Rachel berusaha menenangkan Chrisa.
“Maaf, apakah anda yang bernama, Chrisa?” Tanya seorang suster.
“Betul, anda siapa ya?” Jawab dan tanya Chrisa yang masih sesenggukan.
“Saya suster yang merawat Felly, dan ini ada titipan surat untuk anda” Jawab suster sambil menyerahkan surat pada Chrisa.
“Kalau begitu, saya permisi dulu”
“Terima kasih, Sus”
Dengan perlahan Chrisa membuka surat dari Felly tersebut.
To : Kak Chrisa
Hallo Kak Chrisa yang cantik, yang manis, yang bawel! Gimana nih kabarnya? Sehat dong? Mungkin kalau Kakak udah baca surat ini, aku udah ada di surga, ketemu papah dan mamahku. Dan yang pasti aku gak akan ngerasa kesakitan dan kesepian lagi. walaupun aku baru kenal Kakak, tapi aku udah sayang banget sama Kakak. Kakak udah Felly anggap Kakak kandung Felly sendiri. Oh ya, Kakak jangan suka sedih lagi ya, ingat! kalau Tuhan pasti berikan yang terbaik untuk hambanya. Kakak harus semangat!! Jangan pernah putus asa!!. Sampai ketemu di Surga.. Dadah Kakak, aku sayang Kakak.
“Kakak juga sayang sama kamu, Fel. Kakak beruntung bisa kenal orang yang berhati malaikat seperti kamu. Kamu adalah anak yang kuat. Semoga kamu tenang ya di sana. Kakak akan selalu ingat sama kamu sampai kapanpun. Sampai ketemu di surga” Ucap Chrisa sambil memeluk surat tersebut.
Seminggu kemudian,
Terlihat dua orang gadis dan satu orang laki-laki sedang mengobrol sambil sesekali bercanda di kantin sekolah.
“Malam ini loe mau nyanyi apa, Chris?” Tanya Rachel.
“Nyanyi apa yah?” Goda Chrisa.
“Iihh.. gue tanya beneran nih” Balas Rachel kesal.
“Ada deh” Jawab Chrisa.
“Gue tahu, pasti nanti lagu yang loe nyanyiin buat gue” Ucap Bima PD.
“Idih.. PD gila loe” Celetuk Rachel.
“Udah-udah.. kita ke kelas aja yuk, udah mau masuk nih” Ajak Chrisa sebelum kedua sahabatnya itu bertengkar lagi.
“Ya udah yuk” Jawab Rachel dan Bima.
Malam ini, Chrisa tampak sangat anggun dengan gaun berwarna putih selutut dan rambut yang dibiarkan terurai.
“Siap?” Tanya Bima.
“InsyaAllah” Jawab Chrisa.
“Loe udah dipanggil tuh, Chris” Ucap Rachel.
Chrisa segera naik ke atas panggung, dengan tongkat kesayangannya. Ditatapnya para hadirin yang datang ke acara itu. Pandangannya terhenti pada sosok seorang gadis yang memakai gaun putih seperti bidadari. Dia mengacungkan ke dua jempolnya sambil tersenyum. “Felly” Gumam Chrisa. Ya, sosok gadis bergaun putih itu adalah Felly. Kini, Chrisa sudah siap menampilkan performa terbaiknya.
“Lagu ini saya persembahkan untuk orang-orang yang memiliki kekurangan seperti saya, manusia tak ada yang sempurna” Ucap Chrisa.
Dengan penuh perasaan, Chrisa mulai memetik gitar.
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik (Jangan Menyerah-D’Masiv)
Prok.. prok.. prok (suara tepuk tangan penonton)
“Terima kasih” Ucap Chrisa dan meninggalkan panggung.
“Penampilan loe keren banget, Chris. Kita bangga banget punya sahabat kaya loe” Ucap Rachel.
“Iya Chris, liat tuh si Rachel ampe nangis” Ledek Bima.
“Ih, terharu tau” Balas Rachel sambil menghapus air matanya.
“Terima kasih ya, karena kalian udah support aku selama ini. Kalian memang sahabat terbaik ku”
“Sama-sama, Chrisa” Balas kedua sahabat Chrisa.
Tiba-tiba Brenda Cs menghampiri Chrisa, Rachel dan Bima.
“Penampilan loe tadi hebat banget, Chris” Ucap Brenda menghampiri Chrisa.
“Maaf, selama ini gue udah kasar sama loe” Lanjutnya
“Makasih ya, Bren. Iya, aku udah maafin kamu kok, malah sebelum kamu minta maaf sama aku” Balas Chrisa.
“Makasih ya, Chris” Ucap Brenda sambil memeluk Chrisa.
“Sama-sama”
Chrisa P.O.V
Kini aku yakin, jika tak ada manusia yang sempurna. Tuhan telah menciptakan kita dengan kelebihannya masing-masing. Dan percayalah, Tuhan telah menentukan jalan yang terbaik untuk hambanya. Kebahagiaan akan datang jika sudah tiba waktunya.
TAMAT
READ MORE - Tak Ada Yang Semprna (part2)

Tak Ada Yang Sempurna(Part1)

Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu, seperti anak-anak yang lain. Aku terlahir dengan jalan yang normal. Tapi kenapa? Kenapa aku tak seperti mereka? Mereka yang mempunyai kaki sempurna. Mereka yang bebas berlari dan berjalan tanpa tongkat. Kenapa mereka memanggilku dengan sebutan “Si Pincang”, Si Pincang yang tak bisa apa-apa?. Hati ku sakit setiap kali mereka memanggilku dengan sebutan itu. Tapi, mereka memang benar. Aku memang si pincang yang selalu menyusahkan orang lain. Yang tak bisa berbuat apa-apa tanpa tongkat.
Hai.. Perkenalkan namaku Chrisa Putri Cahaya. Aku tinggal bersama Papahku karena ibuku telah lama meninggal. Walaupun aku hanya tinggal bersama Papah tapi aku bahagia karena Papah sangat menyayangiku. Aku juga mempunyai dua sahabat Bima dan Rachel. Mereka adalah sahabat ku dari kecil. Mereka mau menerima ku apa adanya. Huem, udah dulu ya perkenalannya.
“Pagi, Pah” Sapaku saat sampai di meja makan.
“Pagi juga, sayang”
“Oh ya, Pah. Nanti aku pulangnya agak telat ya, Pah. Soalnya aku mau ke toko buku dulu sama Bima dan Rachel”
“Iya, tapi jangan sampai malam ya” Pesan papahku.
“Oke, Pah” Balasku mengacungkan jempol.
Tin.. Tin.. Tin {Suara Klakson mobil}
“Pah, Chrisa berangkat dulu ya. Assalamu’alaikum” Pamitku sambil mencium tangan papah.
“Wa’alaikumsalam” Balas papah.
“Sorry jemputnya telat. Biasa tuh si Rachel bangunnya telat” Kata Bima.
“Ea elah, baru aja 3 kali gue telat bangun”
“3 kali loe bilang baru. dasar kebo” Ledek Bima.
“Dari pada loe cungkring” Balas Rachel yang tak mau kalah.
“Udah-udah, kalau kalian berdebat terus kapan kita berangkatnya” Leraiku.
“Dia dulu yang mulai, Cha” Tuding Rachel pada Bima.
“Enak aja loe, loe dulu tu yang mulai” Jawab Bima yang tak mau kalah.
“Loe”
“Loe”
“Loe”
“Stoop” Teriakku.
“Kalian mau berangkat gak sih? Kalau gak biar kau bareng sama mang Ujang aja” Ucapku meninggalkan mereka {Rachel dan Bima}.
“Eh..ee…eee.., Yah ngambek, jangan ngambek dong Cha” Bujuk Bima.
“Habis, kalian tuh berantem mulu. Kaya kucing sama tikus tau gak”
“Ya maaf” Pinta mereka.
“Ya udah ayo berangkat, nanti telat lagi” Ucapku dengan perasaan yang masih kesal.
Di sepanjang perjalanan kami hanya diam, tak ada satu patah kata pun yang terucap dari mulut kami. Kalau aku jelas diam, karena aku masih kesal sama mereka. Tapi kalau mereka? Apa mungkin mereka masih merasa bersalah soal tadi. Huh, entahlah.
“Chel, Ma, aku mau ke toilet dulu ya” Pamitku pada kedua sahabatku.
“I.. iya” Jawab mereka gugup.
Author P.O.V.
“Tuh kan gara-gara loe sih, Chrisa jadi marah deh” Tuduh Rachel.
“Lah.. kok gue”
“Ya gara-gara loe lah. Udah ah.. gue mau ke kelas aja” Ucap Rachel meninggalkan Bima.
“Ih.. dasar! Cewek emang egois” Ucap Bima yang masih dapat didengar oleh Rachel.
“Gue denger ya” Jawab Rachel dengan muka geram.
“Hehehehe…. kabooorrr!” Teriak Bima.
“Biiimaaaaa” Teriak Rachel mengejar Bima.
Sementara itu, terlihat segerombolan cewek yang menghadang Chrisa di depan gudang dekat toilet. Chrisa ingin melewati segerombolan cewek tersebut, namun dia tak bisa. Mereka menghalangi jalan Chrisa.
“Eh guys, kasih jalan. Kasihan tuh si Pincang mau lewat” Ucap salah satu gadis itu.
“Emmm, kasih gak ya?” Balas gadis yang lain.
“Jangan! Kan sayang kalau kita lepasin, mending kita…” Ucap Brenda selaku ketua genk tersebut dengan senyum devilnya.
“Kalian mau apa?” Tanya Chrisa ketakukan karena gerombolan cewek itu mendekatinya.
“Balikin tongkat aku, aku gak bisa jalan tanpa tongkat itu” Pinta Chrisa.
“Loe mau tongkat ini, ambil tuh!” Jawab Brenda sambil melempar tongkat Chrisa.
“Kenapa sih kalian selalu menggangguku? Apa salah aku sama kalian?” Tanya Chrisa dengan air mata yang membasahi pelupuk matanya.
“Loe mau tau salah loe apa? Salah loe itu, banyak. Pertama loe salah karena loe udah masuk sekolah ini, kedua karena loe udah rebut posisi gue sebagai murid terpintar dan yang ketiga gara-gara loe, gue dikeluarin dari ekskul nyanyi” Jawab Brenda.
“Aku gak pernah ngambil posisi kamu sebagai murid terpintar dan kamu dikeluarin dari ekskul nyanyi karena kamu sering gak berangkat ekskul”
“Alah, dasar muna!!” Ucap Brenda menjambak rambut Chrisa.
“Aww.. sakit Bren, pliss lepasin” Pinta Chrisa merintih kesakitan.
“Loe mau gue ngelepasin jambakan gue? gak akan!” Jawab Brenda yang semakin erat menjambak Chrisa.
“Aww.. ampun Bren, ampun” Rengek Chrisa.
Akhirnya, Brenda melepaskan jambakannya. Setelah itu, Brenda membawa Chrisa ke gudang sekolah yang tak pernah disinggahi oleh siapapun. Brenda mendorong Chrisa ke dalam gudang, hingga kepala Chrisa membentur tembok dan melemparkan tongkat milik Chrisa ke dalam gudang, agar tak ada yang curiga, jika Chrisa berada di dalam. Kening Chrisa berdarah, namun Brenda tak memperdulikannya. Dia malah pergi meninggalkan Chrisa yang tengah merintih kesakitan dan mengunci pintu gudang tersebut.
Chrisa berusaha untuk meraih tongkat yang berada di dekat pintu gudang. Ia tidak peduli dengan luka di keningnya, namun semuanya sia-sia. Kakinya sangat sulit untuk digerakkan.
“Argh, Kaki gak berguna!! Kenapa aku dilahirkan dengan kaki yang seperti ini? Kenapa? Ini semua gak adil buat aku!” Teriak Chrisa sambil memukul-mukul kakinya.
Bel pulang telah berbunyi. Siswa-siswi SMA GLOBAL SUN telah berhamburan keluar kelas. Terlihat seorang gadis sedang berjalan dengan perasaan yang gelisah sembari melihat ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang lelaki yang menabraknya.
“Eh, sorry-sorry gue gak sengaja” Ucap laki-laki tersebut.
“Aw.. sakit tau” Rengek gadis itu.
“Lah Rachel, gue kira siapa” Ucap laki-laki tersebut.
“Bima, ngeselin banget sih loe. Gak pagi, gak siang, gak sore, gak malam selalu bikin gara-gara sama gue” Balas gadis itu, yang ternyata Rachel.
“Lebay loe. Ngomong-ngomong Chrisa mana? Kok gue gak liat dari tadi?” Tanya Bima. Bima memang tak sekelas dengan Chrisa dan Rachel.
“Itu dia, tadi waktu dia pamit sama kita ke toilet, dia gak balik-balik lagi. Gue takut terjadi apa-apa sama Chrisa”
“Apa loe udah cari dia?”
“Udahlah. Gue udah cari dia kemana-mana tapi tetep gak ketemu. Apa kita telpon Om Ferdi aja?”
“Jangan! Mending kita cari Chrisa dulu sampe nanti sore. Kalau masih belum ketemu juga, baru kita telpon Om Ferdi”
“Ya udah deh”
Hari sudah semakin sore, namun tetap saja mereka tidak menemukan Chrisa. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang tak terpakai, ya! Gudang tempat Chrisa dikurung.
“Udah sore ni, gue capek” Keluh Rachel.
“Sama, gue juga capek. Kita udah cari Chrisa kemana-mana tapi nihil. Tinggal satu ruangan yang belum kita jamah”
Mereka tampak berfikir. “Gudang” Pekik mereka berdua.
“Ya, gudang itu yang belum kita jamah” Tunjuk Bima ke gudang dan berlari ke arah gudang diikuti oleh Rachel.
“Tapi, apa mungkin Chrisa di sini?” Tanya Rachel ragu.
“Maybe, lagian gak ada salahnya kan kita coba”
“Tapi, gimana caranya kita masuk? Pintunya kan ke kunci?”
“Kita dobrak”
“Hah” Teriak Rachel.
“Gila ya loe” Tambah Rachel.
“Mau bantu gak nih?” Tanya Bima yang menghiraukan perkataan Rachel.
“Ya udah deh, iya-iya” Jawab Rachel mengalah.
Braakk braakk braakk…
Setelah tiga kali mereka mencoba, akhirnya pintu itu berhasil mereka buka. Kaget! Itulah yang mereka rasakan ketika melihat Chrisa tersungkur dengan darah segar yang mengalir dari keningnya. Dengan sigap Bima dan Rachel membawa Chrisa ke rumah sakit dan segera menelpon Pak Ferdi ayah Chrisa.
Beberapa saat kemudian, Pak Ferdi datang.
“Bima, Rachel, kenapa Chrisa?” Tanya Pak Ferdi.
“Kami juga gak tau Om, tadi kami menemukan Chrisa di gudang yang terkunci” Jawab Bima.
“Bagaimana keadaan Chrisa, Dok?” Tanya Pak Ferdi kepada dokter yang telah selesai memeriksa Chrisa.
“Saat ini, keadaan Chrisa masih sangat lemah. Dan sebaiknya, jangan terlalu banyak diajak bicara” Jelas Dokter.
“Baik, Dok” Jawab Pak Ferdi.
“Kalau begitu, saya permisi dulu” Pamit dokter.
“Terima kasih, Dok” Balas Pak Ferdi.
Terlihat seorang gadis sedang terbaring di atas ranjang dengan infus yang menghiasi punggung tangannya, selain itu wajah gadis itu terlihat pucat dengan perban yang membelit kepalanya. Dia adalah Chrisa. Dia hanya ditemani oleh seorang laki-laki yang memakai kacamata, karena Bima dan Rachel, sahabatnya, sudah pulang sejak tadi. Laki-laki itu terus menggenggam tangan Chrisa sambil terus berdo’a, agar Chrisa cepat siuman.
“Dimana ini?” Tanya Chrisa pada dirinya sendiri.
“Wah.. indah banget danaunya” Lanjut Chrisa sambil berputar-putar mengelilingi taman yang berada di pinggir danau.
“Kamu suka?” Tanya seorang wanita yang mirip seperti bidadari.
“Aku suka ba..” Jawab Chrisa terpotong karena kaget dengan wanita yang ada di belakangnya tersebut.
“Mamah” Panggil Chrisa.
“Iya ini Mamah, Mamah kangen sekali sama kamu, Nak” Jawab wanita itu yang ternyata adalah mamah dari Chrisa.
“Chrisa juga kangen banget sama, Mamah” Balas Chrisa sembari memeluk mamahnya.
“Mamah tepatin janji Mamah kan? Mamah bawa kamu ke danau yang luas” Ucap mamah Chrisa melepas pelukan Chrisa.
“Iya, Mah. Makasih ya, Mah”
“Iya sayang. Kalau begitu kita jalan-jalan yuk” Ajak mamah Chrisa dan Chrisa membalas dengan anggukan.
Mereka pun menyusuri tepi danau sambil berbincang-bincang.
“Mah, Mamah kembali ya sama Chrisa dan papah. Biar kita bisa berkumpul lagi kaya dulu” Pinta Chrisa di sela-sela pembicarannya dengan sang mamah.
“Itu gak mungkin sayang, kehidupan Mamah dan kamu sekarang berbeda”
“Kalau begitu Chrisa ikut Mamah aja ya, Mah. Chrisa capek, Mah, teman-teman Chrisa selalu mengejek Chrisa, karena Chrisa gak sempurna”
“Chrisa, di dunia ini gak ada yang sempurna”
“Tapi buktinya, semua teman Chrisa sempurna mereka memiliki kaki yang normal”
“Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihannya masing-masing. Mungkin kamu memang memiliki kaki yang tidak sempurna tapi kamu memiliki hati yang sempurna belum tentu orang yang kakinya normal memiliki hati seperti kamu. Kamu adalah anak yang tegar, Mamah yakin kamu pasti bisa melewati ini semua”
“Makasih ya Mah, Chrisa janji Chrisa akan jadi anak yang tegar” Tekad Chrisa.
“Nah gitu dong, itu baru anak Mamah. Maaf ya Nak, Mamah tidak bisa menemani kamu lebih lama lagi, Mamah harus pergi dan jaga Papahmu baik-baik ya. Mamah sayang sama kamu” Pamit mamah Chrisa sambil mencium kening Chrisa.
“Tapi Mah, Chrisa masih kangen”
“Ingat Chrisa, Mamah akan selalu ada di hati kamu. Selamat tinggal” Ucap mamah Chrisa makin menghilang.
“Maaammmaaahhh” Teriak Chrisa.
“Chrisa, kamu kenapa?” Tanya Pak Ferdi pada Chrisa.
“Papah” Pekik Chrisa yang langsung memeluk Papahnya, tanpa peduli dengan selang infus yang menempel di punggung tanganya
“Chrisa, kamu kenapa sayang?” Tanya Pak Ferdi kembali.
“Chrisa gak papa kok, Pah. Chrisa sayang Papah”
“Papah juga sayang sekali sama kamu, Nak”
Malam ini, Chrisa lebih memilih menikmati dinginnya angin malam yang membelai lembut jaket yang ia pakai. Ia kini sedang berada di taman rumah sakit.
“Pah, apa Papah pernah merasa menyesal punya anak yang cacat kaya Chrisa?”
“Kenapa kamu tanya seperti itu?” Tanya balik Pak Ferdi.
“Ya mungkin aja Papah menyesal, karena seharusnya anak seusia Chrisa udah bisa ngelakuin semuanya sendiri, tapi Chrisa?” Jawab Chrisa tertunduk lesu.
“Chrisa, gak pernah sedikitpun terlintas di fikiran Papah kalau Papah menyesal punya anak seperti kamu. Papah malah bangga, punya anak seperti kamu, kamu adalah anugerah terindah yang sudah Tuhan titipkan sama Papah” Jelas Pak Ferdi sembari membelai lembut rambut anaknya itu.
“Tapi Chrisa selalu menyusahkan Papah, Chrisa gak bisa sekuat anak-anak yang lain, bahkan Chrisa gak bisa jaga diri Chrisa sendiri”
“Chrisa dengarkan Papah, kekuatan yang ada dalam diri seseorang itu bukan dilihat dari bagaimana ia bisa mengalahkan atau memenangkan sesuatu, tapi dari seberapa kuatkah dia dalam menghadapi cobaan yang ada. Dan jadikan perbedaan yang kamu miliki itu sebagai penyemangat dalam hidupmu”
“Terima kasih Pah, karena Papah udah jadi ayah sekaligus ibu buat Chrisa. Chrisa gak bisa bayangin kalau di dunia ini gak ada Papah. Chrisa sayang banget sama Papah, Papah adalah sumber dari detak jantung ini” Balas Chrisa memeluk Pak Ferdi.
“Sama-sama sayang. Papah juga sayang banget sama Chrisa” jawab Pak Ferdi membalas pelukan Chrisa.
“Ya udah sekarang kamu istirahat aja ya, katanya kamu mau cepat-cepat pulang?”
“Siap, Pah” Jawab Chrisa bersemangat.
READ MORE - Tak Ada Yang Sempurna(Part1)

Kesabaran Ibuku

Pada suatu ketika Bapak dan Ibuku bertengkar, entah apa yang dipermasalahkannya. Pada saat itu aku bertanya kepada ibu. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita Nak”. “Aku tak mengerti”. Ibuku hanya tersenyum dan memelukku erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…”
Kemudian, aku bertanya kepada Bapakku. “Pak mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Bapakku menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan Bapak.
Ibuku hanyalah seorang penjahit yang kemudian pergi ke surabaya menjadi pembantu rumah tangga disana, sedangkan Bapakku berstatus pengangguran. Terkadang kerja terkadang tidak.
Ketika Bapak pulang larut malam Ibuku bertanya kepada Bapakku “Dari mana saja kamu, jam segini kok baru pulang?”, bukannya dijawab eh Ibu malah dimarahin sama Bapakku. Pada saat itulah terjadi pertengkaran yang begitu dahsyat.
Di keesokan harinya Bapakku pun pergi lagi, entah pergi kemana. Dalam hati Ibu tak ada kebahagiaan yang dirasakannya, akan tetapi kesedihanlah yang selalu Ibuku rasakan selama ini. Ibu selalu memikirkan apa yang akan dimakan sehari-sehari untuk anaknya, belum lagi biaya sekolah ku yang begitu besar yang harus ditanggungnya disaat melihat Bapak yang pengangguran.
Pada saat itu ibuku berpesan kepadaku dan kakak-kakakku “Nak, kamu jangan mencontoh perilaku Bapakakmu. Seperti itu telah membuat hati ibu sakit”. Kami pun menjawab, “Ya ibu, aku akan berbakti kepada ibu dan Bapak, walau bagaimanapun juga dia Bapakku”.
Dan pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang bertamu ke rumah, yang ternyata laki-laki itu adalah pihak bank yang ingin menagih hutang ke rumah. Padahal Ibuku tidak tau akan hal itu, Ibuku bingung buat apa Bapak hutang sebanyak itu. Ibuku tidak pernah menerima sepeser pun uang yang dihutangi bapak.
Setelah Ibuku tahu hutang Bapak yang begitu besar, Ibuku sangat terpukul dan sering menangis karena takut rumahnya disita dan takut akan tinggal dimana anak-anaknya nanti. Jika Rumanya disita pihak Bank. Belum lagi nasib sekolah ku yang selama ini biaya SPP ku sudah tiga bulan belum dilunasi, Ibuku takut aku akan berhenti sekolah jika tidak ada biaya.
Pada saat itu yang aku pikirkan adalah kesabaran Ibuku yang begitu besar. Walaupun apa yang terjadi, Ibuku selalu memikirkan masa depan anak-anaknya. dan mengapa Bapak begitu tega menyakiti ibu, menghianati ibu. Dalam seyumanya Ibu selalu menyembunyikan keletihannya. Derita siang dan malam yang menimpanya, tak sedikitpun menghentikan langkah ibu untuk bisa memberi harapan baru bagiku.
Dan pada suatu ketika tepatnya sore hari Bapakku pulang, Ibuku memarahi bapak dan
Ibu bertanya “Kenapa kamu hutang sebanyak itu kepada pihak Bank?”,
Bapakku menjawab “Karena aku memakai uang itu untuk membuka usaha, akan tetapi usaha itu gagal sia-sia”.
Ibuku tidak percaya dengan semua yang diucapkan Bapakku.Dan pada saat itulah Ibuku mengucapkan sebuah kata “PERCERAIAN” aku dan kakakku mendengar akan hal itu. Kami pun bersedih karena keluarga kami tidak akan utuh lagi, akan tetapi jika Bapak dan Ibuku tidak berpisah kami juga sedih karena kami tidak tega melihat Ibu sering disakiti oleh Bapak.
Di malam harinya dengan perasaan hancur dan sesak, perlahan sang ibu paksakan diri untuk berdiri dan keluar dari kamar untuk menghampiri ku, ketika dilihatnya aku dengan kondisi penampilan yang kacau, ibu pun tersenyum. Ibuku berkata padaku kalau Ibu ingin pergi ke Surabaya untuk bekerja disana menjadi pembantu rumah tangga. Aku pun diam tanpa kata, aku hanya menangis dan takut akan ditinggalkan oleh Ibuku, karena tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika nanti aku di tinggalkan Ibuku. Namun harus bagaimana lagi jika Ibu tidak pergi untuk mencari uang, Aku pun takut berhenti sekolah dengan sia-sia karena tidak ada biaya.
Ibuku selalu bersedih dan meneteskan air mata nya, Ibuku selalu bilang padaku “Bersabarlah nak”. Ibu tidak tahu apa yang harus ibu lakukan selain pergi kesana buat mencari uang untuk biaya sekolah kamu”. Disitu aku berfikir sungguh mulianya ibuku, dia mengorbankan seluruh jiwanya untuk hidupku.
Di keesokan harinya Ibuku siap-siap akan pergi ke surabaya, disaat bapak tidak ada di rumah. Sebelem pergi Ibuku berpesan padaku dan kakak-kakakku untuk saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Walaupun apa yang terjadi pada kalian, kalian harus bersabar dan berdo’a meminta petunjuk kepada Allah swt.
Disaat Bapak sudah tahu Ibu sudah pergi, bapak tidak pernah pulang selama 1 minggu lebih. Entah pergi kemana. Pihak Bank pun selalu mendatangi ke rumah sedangkan kami tidak tahu apa-apa akan hal itu.
Kemudian di keesokan harinya ibuku menelfon dan berkata pada kami, kalau Bapak sudah menikah lagi dengan perempuan lain dan Ibuku dan Bapak akan bercerai. Kami pun hanya bisa pasrah dan hanya mengingat apa yang dikatakan oleh ibuku yaitu “Berdo’a dan meminta petunjuk kepada Allah”.
Dan pada tanggal 29 April 2013 Ibuku pulang ke rumah kami pun senang, karena kami rindu akan kedatangan Ibu. Akan tetapi ibu memberitahu pada kami, kalau ibu akan bercerai dengan Bapak pada hari itu juga.
Pada saat itu juga Ibuku pun bergegas pergi ke pengadilan dengan kakakku, setelah usai ke pengadilan ibu akan pergi lagi ke Surabaya. Sebelum ibuku pergi ibu berkata padaku kalau ibu sudah resmi bercerai dengan bapak.
Disaat ibuku berpesan seperti itu aku jadi ingat apa yang pepatahkatakan yaitu: “Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan” Inilah kasih seorang ibu yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang ibu demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, aku akan mengingat dimanapun aku berada karena: “Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu… selamanya, Terimakasih Ibu”.
Disaat ibu pergi kami seperti hidup sebatang kara, tidak ada Bapak dan tidak ada Ibu. begitu juga denganku, aku benar-benar kehilangan sosok ibu yang telah pergi. “Ya Robb.. itukah rasanya ditinggal orang yang amat sangat kita kasihi, tak memandang dia orang kuat atau lemah, yang ada pasti kesedihan yang berkecamuk, jika mengingat-ingat pasti butir butir airmata berjatuhan tak tertahan”. Kami sangat merindukan kedua orangtua kami.
Akan tetapi kami senang karena kami bisa hidup menjadi mandiri. Pada saat itu kami merubah gaya hidup kami yang berantakan dan terkesan ugal-ugalan menjadi lebih baik. begitu juga denganku. aku bisa menjadi seorang perempuan mandiri tanpa adanya sosok ibu. kehidupan sederhana tidak menyusutkan semangat belajarku. Kini aku harus benar-benar bisa membagi waktu untuk kegiatan di rumah dan di sekolah.
Aku tidak perduli walaupun aku berangkat ke sekolah akhir-akhir ini sering tidak sarapan dan tak ada uang saku. walaupun aku berangkat ke sekolah hanya menaiki sepeda mini yang aku miliki. Aku sama sekali tidak perduli, karena yang aku inginkan hanyalah membahagiakan ibuku dan membuatnya tersenyum. Dengan bisa sekolah saja aku bersyukur sekali, karena aku bisa menggapai cita-citaku nanti.
Di sekolahanku ada pembagian raport untuk kenaikan kelas, disaat itu aku sempat iri dengan teman-temanku, karena orangtua mereka sempat menyenyempatkan dirinya pergi ke sekolah untuk mengambil raport demi anaknya. Sedangkan aku sama sekali tidak ada yang menyempat dirinya, untuk datang ke sekolah mengambil raport ku. Aku sadar sih memang ibuku ada di Surabaya dan kakakku sibuk kerja.
Pada saat itu Allah berkehendak lain kepada ku. Allah Maha penyayang dan Maha pengasih, setelah aku buka raportku ternyata aku menjadi juara kelas di kelasku dan aku tidak menyangka akan hal ini bisa terjadi pada ku. Sejak kecil aku tidak pernah merasakan akan hal ini terjadi padaku, menjadi juara satu di kelas adalah sesuatu hal yang dulu- dulunya aku impikan dan kini telah terwujud “Maha Besar Allah”. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa Allah itu memberikan cobaan pasti ada hikmanya dan akan indah pada waktunya. Kini aku senang karena aku bisa membahagiakan Ibuku dan membuatnya tersenyum. Subhanallah… jika itu adalah harapan dan hadiah terbesar untukmu ibu, maka aku pastikan aku akan terus dan terus berusaha mencapai itu.
Pepatah mengatakan Hidup adalah tantangan. Dan orang yang tak mau bersaing dalam tantangan itu, sulit baginya untuk maju.
Dan kini “Ibuku adalah orang yang mengajariku tentang arti kesabaran dan Ibu adalah Pahlawan yang Tak memiliki Sayap dan Kekuatan super, Tapi Ibu memiliki Kekuatan Hati yang Super”.
Bukan hanya itu, Ibu adalah sosok wanita yang pantas mendapatkan segala bentuk kebaikan, karena sosok ibulah aku bisa terlahir dan karena sosok ibulah kita bisa merasakan indahnya kasih sayang dan kehangatan dari seorang ibu.
Saya yakin bahwa kita semua terlahir dari seorang ibu yang melahirkan hingga besar karena kasih sayangnya dan perjuangannya. Kasih sayang seorang Ibu adalah bahan bakar yang memampukan Ibu untuk melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan.
Sebelum engkau dikandung, Ibu menginginkan engkau ada. Sebelum engkau dilahirkan, Ibu telah mengasihimu. Sebelum engkau keluar dari kandungan, Ibu pun rela mati untukmu. Inilah keajaiban kasih sayang Ib oleh karena itu untuk kalian yang saat ini memiliki ibu, bersyukurlah kalian karena Ibu itu segalanya buat kita. Terkadang ibu memang sering kali memarahi kita, akan tetapi tahukah kalian?. Ibu marah itu karena sayang kepada kita, takut akan kehilangan kita oleh karena itu mulai dari sekarang sayangilah ibu kalian sebelum terlambat.
Di dalam cerita ini adalah kisah-kisah pribadi tentang Ibuku serta kesabaran ibuku dalam menghadapi cobaan.
Semoga cerita ini bisa berguna bagi yang membacanya. Dan mohon maaf jika ada kesalahan kata-kata. Sekian, saya ucapkan terimakasih.
READ MORE - Kesabaran Ibuku

Tersesat

Pada suatu hari yang terlalu cerah, ada dua pelajar yang bernama Yanto Ediman dan Edward Jeremi Wijaya yang sedang berjalan-jalan mencari uang di di kamar Jeremi.
“Hey Jeremi, aku menemukan uang 500 rupiah di bawah kasurmu!” Ucap Ediman dengan sangat girang setelah berjam-jam mencari uang 500 rupiah tersebut.
Akhirnya, setelah mereka membeli permen dengan uang tersebut, mereka tersasar. Mereka sedih karena tidak tahu arah jalan pulang bagaikan butiran debu. Tanpa berpikir panjang, Yanto mengajak Jeremi untuk berlari tanpa tujuan dan berharap dapat kembali ke rumah Jeremi. Mereka berlari-lari berjam-jam mengelilingi kampung sampai warga setempat terheran-heran.
“Yanto, aku sudah tidak kuat lagi!” Ucap Jeremi tersengal-sengal.
“Yah, cupu nih Jeremi, udah lah, beberapa mil lagi pasti kita akan menemukan rumahmu, kamu kan juga pemain sepak bola liga Kampung Makmur, pasti tenaganya gak habis-habis.” Bujuk Yanto pada Jeremi.
“Bumi ini memang segeda apa sih?! kayaknya kita dari tadi berjalan tak bisa menemukan rumahmu.” Ucap Jeremi dengan kesal.
“Bumi itu Planet yang besar, kayak perutmu yang bulat.” Balas Yanto pada Jeremi.
Beberapa ribu centimeter dari tempat Jeremi dan Yanto berdiri, ada seorang Satpam yang penasaran apa yang terjadi dengan kedua anak tersebut. Saptam tersebut mendatangi Jeremi dan Yanto dengan perlahan. “Kalian kenapa? Kalian orang normal kan? Apa yang kalian lakukan tengah malam begini?” Tanya satpam tersebut dengan heran.
“Kita tersesat Pak, saya tinggal di Jl. SesamaMakmurah blok. J no. 96, apakah bapak tau tempatnya?” Tanya Jeremi dengan percaya diri.
“Oh itu, kalau itu saya tau, deket kok dari sini, nanti adek ke perempatan sebelah sana terus belok kanan.” Jawab Saptpam tersebut.
“Oooo, begitu ya pak. Kalau begitu terima kasih ya sudah mau membantu kami.” Ucap Jeremi.
Akhirnya Jeremi dan Yanto pergi ke permpatan dan belok kanan. mereka sangat bahagia, bangga dan menggila karena sudah bisa kembali ke rumah Jeremi.
“Jeremi, kita sudah sampai dirumahmu, sekarang aku mau pulang, apakah kau bisa mengantarkanku? Soalnya aku tidak berani malam-malam berjalan sendiri.” Tanya Yanto.
Jeremi pun akhirnya mengantarkan Yanto kembali ke rumahnya. Setelah itu, saat perjalanan pulang, ia kembali tersesat. Ia pun menangis berjam-jam hingga warga setempat terheran-heran.
Pada keesokan harinya, Jeremi ditemukan oleh supirnya di dalam tong, sendiri dan tak ada yang menemani bagaikan butiran debu.
READ MORE - Tersesat

Kehujanan

Jam 06.15 tepatnya, aku mandi untuk bersiap-siap berangkat sekolah. Ketika selesai aku pun memakai baju seragam dan bersiap untuk sarapan pagi, lalu berangkat.
Ketika aku berangkat sekolah aku selalu melewati jalan “galian” begitu kata orang-orang, apalagi di pengujung tahun ini yaitu musim hujan tanahnya begitu becek, licin dan jauh dari sekolah ku, untung saja aku menaiki motor. Namun jalan yang begitu becek membuat motor yang aku naiki hampir saja terpeleset dan jatuh, begitu kagetnya aku karena baju seragam ku jika aku sampai jatuh akan terkena tanah yang basah atau becek.
Setibanya di sekolah aku belajar seperti biasa dengan teman-temanku. Ketika bel pulang berbunyi aku mempunyai jam tambahan di sekolah. Namun setelah selesai tiba-tiba hujan yang besar turun dan petir pun menggelegar, apa boleh buat aku harus menunggu hujan reda. Namun apadaya hujan tak kunjung berhenti, selagi hujan mengecil aku berlari ke arah motor aku lalu pergi untuk pulang ke rumah
Setibanya di pertengahan jalan hujan begitu lebat, dingin rasanya untuk melanjutkan perjalanan dan aku pun berhenti di masjid untuk berteduh sekalian melaksanakan shalat Ashar. Sekali lagi hujan tak kunjung berhenti, selagi hujan kecil pun aku bergegas pulang, tak peduli jalan begitu licin atau baju basah. Setibanya di rumah aku sungguh kedinginan dan menggigil, apalagi ketika mandi airnya begitu dingin. untung ibu ku membuatkan ku teh yang hangat.
READ MORE - Kehujanan

Karena Dia

Karena dia hidupku jauh lebih bersinar tapi Karena dia juga hatiku menjadi terluka. Sendirian tertutup begitulah aku. Aku punya hobi bermain basket ya tapi aku hanya bermain secara personal. bertanding dan ikut suatu tim adalah suatu yang membuang waktu. lagipula aku orang yang tertutup dan pemalu.
Semua ini berawal ketika aku bermain basket di lapangan indoor sekolah waktu itu aku kira semua murid sudah pulang tapi dia memergokiku bermain basket. Dia pun memaksaku begabung, dengan usaha kerasnya aku tidak bisa menolak. Dari sanalah kau mulai menyukainya dadaku semakin sesak dia membuatku mampu bersosialisasi.
Hari ini adalah saatnya saat untuk menyatakan perasaanku sekaligus hari pertandingan pertamaku melawan sekolah lain. tapi hari itu gak berjalan mulus seperti yang kukira. pada saat berjalan aku tidak sengaja mendergar percakapan dia dengan temanya. “Dil loe punya orang yang loe suka nggak secara loe kan cantik”.
“Iya bener tuh eh loe kan lagi deket sama cowok yang baru gabung ke tim basket kita”.
“Ah gak mungkin loe kan suka sama hendrik dari dulu kan dan alasan loe ajak cowok itu gabung di tom pasti karena permintaan dia”.
Tiba-tiba dia diam, aku belum pernah melihat wajahnya yang malu seperti itu. jadi karena itu semua karena permintaan sahabatku ternyata mereka berdua menusukku dari belakang. Kukira semua kebaikan itu adalah cinta tapi kenapa?
Aku pun masuk sekolah dengan perasaan sakit. hari ini mereka mencoba menyapaku aku hanya menghindari mereka berdua. Hatiku masih sakit mengingat semuanya aku bahkan pulang dan melewatkan hari pertamaku bertanding basket dengan sekolah lain aku sudah tidak peduli semua. Di kamar aku pun meneteskan air mata, ini pertama kalinya aku terluka seperti ini, apakah ini bisa sembuh, semua rasa sakit ini?
READ MORE - Karena Dia

Senandung Untuk My Mother

Masih ingatkah kau dongeng tentang Malin Kundang, sang anak durhaka itu? Tentu kau masih ingat bukan, tak mungkin kau tak tahu karena cerita, itu rutin dijadikan dongeng pengantar tidur oleh ibumu. Hey, tapi kau jangan berpikir itu aku. Aku hanya bertanya saja, karena saat kau mengingat malin si durhaka itu memaki ibunya yang renta maka akan kau bisa gambarkan siapa ibu ku. Ya kau benar, ibuku adalah seorang wanita tua yang rambutnya belum memutih semua tapi dia tak serenta ibu Malin sombong itu, ibu ku sedikit bungkuk karena ibuku hampir tak pernah berhenti membawa kehidupan si padi muda ke tanah sawah yang bancah untuk kehidupan kami, kulit ibuku juga hitam legam karena sinar matahari terlalu banyak memberikan pancarannya, mata ibuku nanar karena ada beberapa lemak nakal bersarang disana hasil dari selama ini ibuku tak pernah melemparkan pandangannya pada mall nan megah, yang dilihat ibu hanya warna hijau padi muda dan kuning padi tua, lalu lihatlah kuku ibuku ada hitam yang tersembul di ujungnya, tapi itu bukan hitam yang menempel sesaat dan akan menghilang beberapa saat setelah kau gosok dengan jeruk nipis, tapi itu hitam yang bertahan karena getah getah pisang dan lumpur sawah yang melekat.
Kemudian kau rasakan telapak tangan ibuku, apa yang kau rasa? Kasar? Benar, telapak tangan ibuku kasar karena pupuk dengan zat kimianya itu selalu jadi teman ibuku setelah padi muda itu di tanam dan sebelum padi kuning itu memamerkan bulir bulir rupiahnya pada ibuku. Nafas ibuku juga sengau karena seruling bambu akan menjadi tiupan nan berdendang pada arang dan tungku nasi saat perut suami dan anaknya tengah beradu pada cacing cacing yang meronta. Lalu kau lihat juga telapak kaki ibuku? Pecah pecah? Tentu, telapak kaki ibuku seperti itu bukan karena jamur jahat yang besemayam disana ataupun juga keseringan memakai sepatu kulit yang tertutup. Kulit adalah barang mahal bagi ibuku, sangat mahal jadi tak mungkin ibuku punya, sandal jepit baru saja itu pun baru dibeli kemarin oleh ibuku sisa dari upah bertanam ketela Pak Haji, mandor ibu. Tapi telapak kaki ibuku pecah pecah karena berkubang dengan lumpur sawah yang selalu basah. Oh aku lupa kawan, kau belum aku suruh melihat kening ibu bukan? Lihatlah sekarang, apa warna dan bentuk yang kau dapat kawan? Titik hitamkah? Ya benar, aku pun juga temukan. Itu adalah torehan warna dari sujud yang tak pernah letih dilakukan ibuku sebagai makmum ayahku pada sajadah nan digelar ibu tengah sawah kering atau di tepi pematang sebagai sembah syukur kepada Sang Pencipta dan Sang Pemberi Rezeki.
Sekarang kau sudah tahu kawan, itu lah ibuku. Wanita perkasa nan luar biasa. Apa sekarang kau sedang menerka nerka bagaimana wajah ibuku kawan? Tentu kau bisa menerka bukan, tapi jika kau ingin lukiskan wajah ibuku. Ku mohon. Buatlah sosok wanita dengan sayap dewa, dengan senyum sumringah, kuku bersih, badan tegap dan kulitnya halus mulus. Kenapa kau mengernyitkan keningmu? Karena kau ku suruh menggambar sosok yang jauh berbedakah dari ceritaku? Ya, ku jawab sekali lagi, iya. Ibuku adalah sosok manusia setengah dewa, yang tak ada cela. Sempurna, gambaran ibu bagiku. Dengan tangan yang kasar, kulit hitam legam serta kuku yang menghitam ia membelaiku, memelukku serta menanakkan nasi untuk bekal sekolahku dulu. Dengan telapak kasarnya juga ia menapakan kaki menghibur anak dan menghormati suami. Lalu dengan tubuhnya yang tak lagi tegap ia merendahkan diri sebagai makhluk Sang Illahi dan sebagai pedamping bagi ayahku. Senyum ibu akan ku bawa dan akan kusimpan sebagai suatu materi terindah untuk obat penenang hati di rantau orang hingga toga terpasang di kepalaku dan aku pulang membawa nilai terbaik untuk Sang Terbaik dari Ibu Yang Paling Terbaik.
Dan untuk engkau ibuku yang sedang mencari rezeki terbaik di tanah kelahiranku di sudut desa petani di sana, dengarlah hembusan angin senja ini. Rasakanlah bu, bersama jingga yang kau lihat dari jendela rumah tua kita akan ku lukis senyum bangga dan cinta untuk dirimu yang telah buatku menjadi berharga. Lalu lihatlah bu, sinar temaram dari mega yang keemasan. Itu aku, itu aku bu, ya itu aku bu. Aku yang tengah bertahan dalam ejekan dan sindiran serta tuntutan pengetahuan di rantau orang bu untuk membawakan kau senyum terhangat dengan ijazah kelulusan yang ibarat kau itu adalah bongkahan emas keberhasilan kau bu. Aku akan bertahan dengan keindahan dari bayang dan sosok hangat dari mu ibu. Dengarlah desahan hujan kali ini bu, dia akan melagukan nyanyiannya untukmu, ku harap sinar nanar matamu terganti dengan suka selayaknya diriku menyukainya bu.
READ MORE - Senandung Untuk My Mother

Sahabatku Cintaku

Dulu waktu pertama kali gue masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, Gue mulai mengenal teman-teman gue yang baru, di antara teman-teman sekelas gue, gue paling gak suka sama orang yang namanya Rangga gue juga gak ngerti kenapa segitunya gue gak suka sama dia. Pas waktu gue terpilih sebagai salah satu pengurus osis di sekolah gue, gue kenal sama seseorang yang namanya Randy dari perkenalan itu gue mulai merasa ada yang berbeda dengan sifat gue ke dia.. sejak itu gue mulai suka sama dia.. alangkah senangnya gue pas gue dengar kalau dia suka sama gue, saat itu perasaan gue gak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking senengnya gue.
Hari-hariku selalu diisi dengan cerita demi cerita indah yang dia berikan. Selama status gue jadi kekasih Randy, gue gak mengerti dengan sikap yang diberikan Rangga ke gue.. dia sangat perhatian sama gue, dia baik sama gue, dia selalu hibur gue saat gue lagi sedih padahal gue sangat membenci dia, gue juga selalu cuek dengan perhatian-perhatian yang dia berikan ke gue. Dari situ gue mulai mikir kenapa selama ini gue benci sama dia padahal dia selalu baik sama gue.. Gue emang gak tau malu, selama ini gue hanya mikir kalau dia adalah orang yang sangat gue benci gue gak mikirin alasan kenapa gue benci sama dia.. Mulai saat itu sikap yang gue berikan ke dia mulai berbeda dari yang sebelumnya gue lebih ramah, gue lebih perhatian, bahkan gue jadikan dia sebagai sahabat gue yang selalu ada dan selalu mau dengerin curhatan isi hati gue… Selama itu gue mulai mengenal Rangga lebih jauh lagi, dengan perhatian yang Rangga berikan ke gue, gue sampe lupa dengan perubahan sifat gue ke pacar gue.. semuanya menjadi terbalik, gak tau kenapa gue lebih nyaman kalau gue dekat dengan Rangga sahabat gue dibandingkan dengan pacar gue sendiri… Gue makin cuek sama pacar gue, gak ada lagi perhatian yang gue berikan, sejak saat itu hubungan gue sama pacar gue mulai kacau. Akhirnya gue mutusin melajang untuk sementara waktu.
Waktupun telah berlalu selama gue melajang gue malah merasa ada yang hilang dari kehidupan gue yang sebelumnya.. Randy atau pacar gue yang sebelumnya akhirnya minta balik sama gue, gue juga belum tau kenapa, ya gue mau balik sama dia karena gue fikir bahwa dialah yang hilang dari kehidupan gue.. hubungan gue sama dia lebih baik lagi dari yang sebelumnya.. gue sangat bangga mempunyai pacar pertama seperti dia dan gue juga berharap kalau dia juga akan menjadi pacar terakhir dalam hidup gue.
Setelah hampir satu tahun setengah gue pacaran sama dia, temen-temen sekelas gue selalu ngata-ngatain gue kalau gue pacarnya Rangga padahal mereka juga tau kalau gue udah punya pacar dan yang pasti bukan Rangga. Mungkin kata-kata itu sampe pada telinga Randy, gue juga gak tau pasti dia percaya sama gue atau sama temen-temen gue yang pasti gue udah coba jelasin apa adanya.. Tapi mungkin dia lebih percaya sama temen-temen gue karena sejak saat itu sikap dia berbeda, mungkin dia kira kalau gue benar-benar udah selingkuh dengan Rangga, dan pada akhirnya dia mungkin sudah menemukan orang yang lebih segalanya dari gue. Dia mutusin gue.!! Saat itu gue sangat terpukul dengan keputusan dia mutusin gue.. sulit buat gue untuk lupain dia.. Tapi gue selalu dinasehati oleh sahabat yang selalu ada buat gue hingga akhirnya pelan-pelan gue mulai lupa dengan kejadian itu, karena gue yakin keputusan yang diambilnya itu pasti yang terbaik buat dia juga buat gue. Makasih buat sahabat gue yang selalu ada buat gue.. Dengan begitu banyak perhatian yang Rangga berikan ke gue, gue makin merasa nyaman dekat dengan dia. Hingga suatu hari Rangga bilang kalau dia suka sama gue, tapi gue takut kehilangan sesosok sahabat seperti dia, karena gue yakin kebanyakan orang yang udah jadi sepasang kekasih hubunganya gak akan seperti sebelumnya, gue bingung karena di satu sisi gue udah suka sama dia tapi di sisi lain gue takut kehilangan sahabat seperti dia.. Dan pada akhirnya gue memilih untuk menjadi kekasihnya.
Tapi ga tau apa sebabnya setelah gue jadi pacar Rangga Randy datang lagi ke kehidupan gue dia gak terima kalau gue jadi pacar Rangga padahal gue udah gak ada hubungan apa-apa lagi dengannya. Saat itu dia ngancam kami berdua.. gue takut terjadi apa-apa dengan Rangga karena pada saat itu gue lagi benar-benar sayang dan gak mau berpisah dengan Rangga tapi apa boleh buat kalau gue benar-benar sayang sama dia gue harus lakukan apa yang terbaik untuk dia.. Dan gue fikir lebih baik gue pergi dari kehidupannya meski sulit buat gue untuk jauh darinya.. kami berdua memutuskan untuk berpisah untuk sementara waktu hingga masalah ini selesai, Rangga janji kalau suatu saat kita akan bersatu kembali..
Hari-hariku pun diisi dengan kesendirian dan kebosanan, akhirnya masalah masa lalu telah selesai niatku kini tinggal menagih janji yang telah diberikan oleh Rangga, gue coba menghubungi Rangga tapi Rangga sangat sulit untuk dihubungi, dari semua nomor handphone Rangga yang gue punya gak ada satu pun yang bisa dihubugi, saat itu gue bingung harus bagaimana, gue bingung dengan kelanjutan hubungan gue dengan Rangga.. Akhirnya gue coba moveon dari masa lalu gue sampai suatu saat gue bertemu dengan seseorang yang saat itu sempat mengisi hati gue dia bernama Aryen, dia orangnya baik, gak sombong gue suka sama sifat dia. Gue coba untuk berhubungan dengan dia tapi selama itu hubungan gue dipenuhi dengan kebohongan karena gue gak bisa bohongin perasaan gue sendiri kalo gue masih sayang sama Rangga dan Aryen hanya sebatas pelampiasan perasaan gue dari Rangga.. Tapi gue juga gak mau dibilang egois kalau gue Cuma mementingkan perasaan gue sendiri, akhirnya gue coba untuk melupakan Rangga tapi selama hubungan itu berjalan semakin hari rasanya semakin sakit yang aku rasakan, aku gak bisa bohong kalau sampai detik ini pun gue masih belum bisa untuk melupakan rangga. Dan kenapa setiap gue dipertemukan dengan Rangga di posisi gue selalu ada seseorang yang menghalangi kita untuk bersama..
Akhirnya ketakutan gue selama ini terjadi juga, sesosok sahabat sekaligus kakak dalam hidup gue telah hilang entah kemana.. Sikapnya mulai berubah, perhatiannya mulai hilang, kasih sayangnya mulai meredup bahkan gue merasa kalau gue gak kenal dengan seorang kakak yang sekarang.. Ya tuhan kembalikanlah sifat dia yang dulu, aku lebih suka dia yang dulu.. akan ku kenang cerita cinta ini sepanjang hidupku.. entah sampai kapan rasa ini bertahan di hati ini, entah sampai kapan aku mengharapkanmu kembali, tapi yang harus kamu ketahui aku akan tetap bertahan disini..
READ MORE - Sahabatku Cintaku

Kejadian Tak Terduga

Aku terkejut dia memanggilku dengan tersenyum dihadapanku.Meskipun aku selalu diabaikan oleh dia tapi aku selalu bersikap normal kepadanya.Dan pada saat itu aku mau mengggilnyakarna ada suatu hal tapi aku selalu gk percaya diri untuk bisa ngomong dengannya.Aku merasakan sesuatu yg berbeda dalam diriku tapi aku kagak tau pasti apa yang kurasakan ini.Aku sudah mulai mengenalnya saat kelas 7,saat itu aku masih merasa bodoh dan mengabaikan sesuatu di sekelilingku dan saat itu juga aku mengenal dia.Aku menganggapnya anak manja karena perilakunya yg selalu kayak anak kecil tetapi saat aku mencuma ngobrol dengannya dia selalu tersenyum dan selalu berkata sesuatu yang berharga.Pada saat itu juga aku sadar bahwa diaitu anak yang normal dan berani mengaprsiasikan dirinya pada teman sendiri.Aku mulai merasakan dadaku ada sesuatu yg menggelonjak  dan aku pengen tau apa yang sedang kurasakan sekarang.Tetapi kayaknya dia tidak merasakan sesuatu yg sama pada diriku.dan saat itu aku membayangkan diriku untuk mendapatkan dia walaupun dianya agak judes dan kekanak-kanakan tetapi wajahnya bagaikan langit yang cerah dengan didampingi awan-awan disekitarnya.kalau dia langitnya pasti aku ingin jadi awannya biar aku dengnya dapat bersam terus.dia mempunyai sifat yg agak menstrim seperti pendiam dan selalu merespon dengan datar.Saat pulang sekolah aku mengajaknya bergurau dan tertawa bersama tapi itu gagal total.Keesokan harinya aku bertemu dia dikelas lagi sekarang dia mulai agak cuek pada aku,padahal aku selalu berbuat terbaik untuk dirinya !!tetapi kenapa dia menganggapku negatif ??apa karena aku dianggap kurang pintar sehinggap aku gk dianggap pada sekelilingnya.Bel istirahat-pun berbunyi aku lalu dekat'i temennya lalu ku minta nomernya biar aku dapat berbicara Plongg.....!!! kepadanya.Bel pulang-pun berbunyi,"Teeett,teet,teeettt......!!"akupun pulang dengan tergesa-gesa karena aku ingin sms dengannya.Telah sampai di rumah kunyalakan HP-ku,lalu langsung ku catat nomer-nya lalu ku sms dengannya.beberapa menit dia menjawab sms-ku "Siapa?"sms Dia."ini aku Frengky !!"ujarku.lalu dia merepon dengan cepat "Ooohh,ada apa freng?"."Ada sesuatu yg ku-omonging sama kamu !"ujarku dengan agak gemeteran."apa?"jawab dia,"Apa situ marah samaku?"ujarku."Aku kagak marah kok !"jawaban sms dia,"Ooh,kukirain situ marah sama aku !".akupun selalu sms dia terus menerus sampai akhirnya sesuatu tak terduga terjadi padaku karena kelalaianku saat sms.(Part 1)

READ MORE - Kejadian Tak Terduga
 

Pengikut

Popular Posts